Yang ini bener-bener buat perhatian, dan jangan sampai ditiru!
Ceritanya, ini teko adalah teko korban kelalaian.
Ceritanya gini, teko tersebut adalah teko pemanas air elektrik. Seorang karyawan, Si A dengan sangat ceroboh telah menggunakannya pada beberapa menit menjelang jam pulang. Dan, kejadian deh, Si A lupa mencabut steker dari stop kontak, segera pulang. Sementara Te Umi, orang terakhir yang meninggalkan ruangan juga langsung mengunci pintu dan pulang.
Setelah beberapa menit Mas Yudi, personel shift melihat ada asap di ruang lab office. Waa ada yang lupa matiin alat! Pekiknya.
Dia segera calling Ibu Ratna, the Kadep. Si Ibu langsung kalang kabut nelponin anak buahnya, nyari siapa yang lupa matiin alat.
Te Umi terdakwa karena terakhir keluar. Pak Her yang lagi kondangan ditelpon. Bu Yani yang udah leha-leha di rumahnya juga ikut kebingungan.
Sementara itu, Mas Yudi coba bertindak sambil menganalisa, alat apa sebenarnya yang terbakar? Posisi di dekat galon aqua, jangan-jangan penangas air? Ya! Ga salah lagi, penangas air!
Dia langsung inisiatif untuk memanjat gedung, masuk lab office dari plafon.
Tapi coba telpon lagi si ibu.
Si ibu tambah cemas, sebab ga jarang dia lupa matiin itu penangas waktu mo bikin kopi. Vina, anaknya, teriak, "Mama tuh, pasti mama yang lupa!".
Semua anak buahnya ditelponin lagi. Sekarang Mr Goj tersangkanya, sebagai penjerang aer, karena sebelum pulang dia cuap-cuap mo ngopi dulu. Dia argue, bukan gua, Gua kaga jadi bikin kopi!
Truz, siapa doong?!
Sementara itu Te Reni calling Mas Yudi, bilang kalo kunci ruangan ada di atas almari file. Sehingga ruang bisa dibuka, dan penangas air bisa diamankan.
Bagian bawah penangas udah meleleh, kardus alasnya gosong. Bau plastik terbakar memenuhi ruang. Namun untungnya di bawahnya adalah meja keramik jadi ga sampai gosong juga, atau kebakaran.
Kembali ke pencarian tersangka.
Coba dirunut, siapa saja yang sering jerang air, dan kayaknya ada yang belum ditelpon nih dari tadi. Yup, benar! Si A!
Bener juga, begitu Te Umi telpon menanyakan tragedi ini, Si A segera menjawab mantap:
"..yya yaya..tadi saya yang manasin air waktu mo pulang"
------
adwiono.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar