Sabtu, 09 Agustus 2008

Mainannya jelek atau...

Bisa nggak ya, mainan anak kita awet sampai dia besar nanti?

Tapi yang ada sekarang, baru juga sehari, mobil-mobilan udah pada ilang rodanya, pesawat udah ilang sayapnya.

Ga tau waktu bapaknya kecil dulu. Waktu itu kayaknya cuma ada kapal-kapalan atau senapan dari dahan pohon pisang.

------
adwiono.blogspot.com

Selasa, 05 Agustus 2008

Kerjaan Baru

Ni dia... Kerjaan baruku hampir tiap sore. Saban hari Selasa-Jumat, jam 5 sore, sepulang kerja, yaitu: ngajakin Harits kecil liat kereta api di stasiun Klari.

Tiap pulang kerja, Harits pasti langsung bilang, "Mau lihat kereta, Ayah? Mau jemput Ibu?"
Kalau sudah gitu, luluhlah Ayahnya, dan berangkatlah kami berdua naik motor kesayangan ke Stasiun.

Dari foto-foto di atas terlihat betapa antusiasnya si Harits ini.
Pertama, lagi nungguin kereta, "Mana ya, keretanya?"
Trus pas kereta datang, "Waa, panjang banget keretanya...!"
Pas kereta beranjak pergi, "Da daa, kereta!"
Dan ketika keretanya masuk ke jembatan layang, menghilang di kelokan, "Tu! Tu! Keretanya masuk koloong!"

He he.. Dasar si Harits!

------
adwiono.blogspot.com

Sneaker Termurah se-Dunia

Ceritanya lagi nyari sneaker buat field assessment best employee di kantor, 10 Juni lalu. Maunya sih liat-liat dulu, trus banding-bandingin, baru tar beli. Tapi pas liat counter spotec, ada diskon. Lumayan, 50% + 20%.

Di label harganya, itu sepatu tertulis Rp 40rb-an. Wah, murah bener? Jadi kalo kena diskon 50+20% jadi:
40rb x 0.5 = 20rb,
20rb x 0.8 = 16rb.
Bener ga nih? Hari gini harga sepatu cuma segitu?
Aku coba tanyain ke pelayannya. Ternyata dia bilang kalo harga 40rb itu sudah diskon. Harga aslinya 100rb-an. Oo gitu...

Ok lah gapapa, pikirku. Harga 40rb untuk sneaker tersebut sepadan. Aku beli.

Pas mau bayar, kasirnya bilang: "16rb pak!"
"ha? Berapa mbak?"
"16rb"
Langsung aku bayar.
Sambil pulang aku bergumam. Mau awet berapa lama ni sepatu? Asal nggak jebol waktu di assessment aja!

Tapi sampai sekarang, 2 bulan setelah dipake ternyata sepatu 16rb ini masih ok...

------
adwiono.blogspot.com

Sabtu, 02 Agustus 2008

It's Very Dangerous

Guys it's very dangerous!

Yang ini bener-bener buat perhatian, dan jangan sampai ditiru!

Ceritanya, ini teko adalah teko korban kelalaian.

Ceritanya gini, teko tersebut adalah teko pemanas air elektrik. Seorang karyawan, Si A dengan sangat ceroboh telah menggunakannya pada beberapa menit menjelang jam pulang. Dan, kejadian deh, Si A lupa mencabut steker dari stop kontak, segera pulang. Sementara Te Umi, orang terakhir yang meninggalkan ruangan juga langsung mengunci pintu dan pulang.

Setelah beberapa menit Mas Yudi, personel shift melihat ada asap di ruang lab office. Waa ada yang lupa matiin alat! Pekiknya.
Dia segera calling Ibu Ratna, the Kadep. Si Ibu langsung kalang kabut nelponin anak buahnya, nyari siapa yang lupa matiin alat.

Te Umi terdakwa karena terakhir keluar. Pak Her yang lagi kondangan ditelpon. Bu Yani yang udah leha-leha di rumahnya juga ikut kebingungan.

Sementara itu, Mas Yudi coba bertindak sambil menganalisa, alat apa sebenarnya yang terbakar? Posisi di dekat galon aqua, jangan-jangan penangas air? Ya! Ga salah lagi, penangas air!

Dia langsung inisiatif untuk memanjat gedung, masuk lab office dari plafon.
Tapi coba telpon lagi si ibu.
Si ibu tambah cemas, sebab ga jarang dia lupa matiin itu penangas waktu mo bikin kopi. Vina, anaknya, teriak, "Mama tuh, pasti mama yang lupa!".
Semua anak buahnya ditelponin lagi. Sekarang Mr Goj tersangkanya, sebagai penjerang aer, karena sebelum pulang dia cuap-cuap mo ngopi dulu. Dia argue, bukan gua, Gua kaga jadi bikin kopi!

Truz, siapa doong?!

Sementara itu Te Reni calling Mas Yudi, bilang kalo kunci ruangan ada di atas almari file. Sehingga ruang bisa dibuka, dan penangas air bisa diamankan.

Bagian bawah penangas udah meleleh, kardus alasnya gosong. Bau plastik terbakar memenuhi ruang. Namun untungnya di bawahnya adalah meja keramik jadi ga sampai gosong juga, atau kebakaran.

Kembali ke pencarian tersangka.
Coba dirunut, siapa saja yang sering jerang air, dan kayaknya ada yang belum ditelpon nih dari tadi. Yup, benar! Si A!

Bener juga, begitu Te Umi telpon menanyakan tragedi ini, Si A segera menjawab mantap:
"..yya yaya..tadi saya yang manasin air waktu mo pulang"

------
adwiono.blogspot.com

Baju Kebesaran Harits

Harits kecil dengan baju kebesarannya...

Ya, memang secara harfiah baju barunya kali ini sedikit kebesaran. Soale ga ada nomor yang lebih kecil. Paling kecil no 1, dan ternyata masih kedodoran.

Tapi gapapa, besok dipakenya pas lebaran aja. Semoga udah pas ;-)

------
adwiono.blogspot.com

Jumat, 01 Agustus 2008

My Cute Lil' Kid

Parenting With Love And Logic (Updated and Expanded Edition)

See?! That is my 2 years old son. His name is Ridhwan Muhammad Harits. You can call him Haris. Later I will write more bout him. Surely... I hope.

Pelabuhan Ferry di Kota Karawang

Melihat kedua gambar di attachment, sepintas seperti suasana di pedesaan bukan? Tapi siapa sangka perahu penyeberangan tersebut ada di pinggiran kota Karawang. Tepatnya di Desa Gintung Kerta, Kecamatan Telukjambe. Perahu tersebut dibutuhkan warga sekitar untuk sarana penyeberangan di sungai Citarum.

Jika Citarum surut seperti pada gambar, maka dua perahu akan dijalankan. Namun jika sungai meluap, hanya satu perahu saja yang jalan atau bahkan tidak beroperasi semua.

Denger-denger, penghasilan kotor Pak Haji -si empunya perhau- sampai satu juta per hari lo.. Pengeen...